Gerak Cepat Lapas Makassar Lakukan Asesmen 332 WBP Untuk Mendukung Pembentukan Pusat Rehabilitasi Dan Re Edukasi
PENAJURNALIS, MAKASSAR, 6 Oktober 2026 – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar terus memperkuat kesiapan dalam mendukung pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pelaksanaan asesmen terhadap warga binaan sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan asesmen dilaksanakan pada Selasa (6/10/2026) mulai pukul 13.30 WITA hingga selesai. Sebanyak 9 orang Asesor Lapas Kelas I Makassar melaksanakan asesmen terhadap warga binaan dengan dukungan 13 orang Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Kelas I Makassar.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 332 orang warga binaan mengikuti proses asesmen. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, bersama pejabat struktural dan jajaran guna memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib, objektif, dan sesuai ketentuan.
Asesmen ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan dan penguatan data warga binaan yang nantinya menjadi salah satu dasar dalam mendukung rencana pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi. Melalui data yang akurat dan komprehensif, proses pemetaan kebutuhan pembinaan warga binaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh setiap kebijakan dan arahan pimpinan dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
“Pelaksanaan asesmen ini merupakan langkah penting untuk mendapatkan data yang akurat mengenai kondisi dan kebutuhan warga binaan. Kami siap mendukung arahan pimpinan dalam proses pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi, sehingga program pembinaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan,” ujar Gumilar.
Ia menambahkan, sinergi antara Asesor Lapas dan Pembimbing Kemasyarakatan Bapas menjadi bagian penting dalam memastikan proses asesmen dapat berjalan secara profesional dan objektif.
“Dengan kolaborasi antara Lapas dan Bapas, kami berharap hasil asesmen ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif sebagai dasar dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya. Pada akhirnya, seluruh upaya ini diarahkan untuk mendukung proses perubahan dan reintegrasi warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” lanjutnya.
Melalui pelaksanaan asesmen tersebut, Lapas Kelas I Makassar menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pembinaan yang berbasis data, kebutuhan, dan karakteristik warga binaan, sekaligus mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin humanis, terarah, dan berkelanjutan.


