NCTC: Salam Perpisahan Manis untuk Kapolres Pasuruan dan Apresiasi Tinggi untuk Kepala BNN
PENAJURNALIS, PANDAAN — Ada yang berbeda dalam gelaran rutin Ngaji Cafe to Cafe (NCTC) di Breez Cafe, Pandaan, Selasa malam (1/9/2026). Sekitar 100 jamaah berkumpul bukan hanya untuk menikmati suasana santai sambil mengikuti kajian, tetapi juga menjadi saksi dua momentum istimewa: salam perpisahan untuk Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, SH, SIK, MH, serta apresiasi kepada Kepala BNN Pasuruan Masduki, SH, MH.
Di tengah suasana cafe yang hangat dan penuh keakraban, NCTC kembali menunjukkan wajah dakwah yang cair dan terbuka. Aparat kepolisian, jajaran BNN, komunitas, pengelola usaha, anak muda dan jamaah dari berbagai kalangan duduk bersama dalam satu ruang.
Bagi Gus Romy Syib, Pembina NCTC, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari semangat utama Ngaji Cafe to Cafe: menghadirkan ruang untuk saling menasihati dalam kebaikan dan tidak pernah berputus asa untuk terus berbuat baik.
“Saya percaya semua jamaah yang hadir adalah orang-orang yang ingin menjadi lebih baik lagi,” tutur Gus Romy di hadapan jamaah.
Perpisahan yang Dikemas dalam Suasana Ngaji
Momentum perpisahan dengan Kapolres Pasuruan menjadi salah satu bagian paling hangat malam itu.
AKBP Harto Agung Cahyono yang selama ini turut hadir dalam kegiatan NCTC menyampaikan pesan kepada jamaah sebelum meninggalkan tugasnya di Pasuruan.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbanyak sholawat dan menjaga ibadah wajib.
“Hiasi hidup dengan perbanyak baca sholawat, dan jaga sholat dengan baik.”
Pesan tersebut menjadi bekal sederhana namun bermakna bagi jamaah NCTC, terlebih disampaikan dalam suasana perpisahan yang penuh keakraban.
Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih, Gus Romy Syib menyerahkan cendera mata kepada Kapolres Pasuruan.
Bukan sekadar sebuah pemberian, cendera mata tersebut menjadi simbol persahabatan dan penghargaan atas kebersamaan yang telah terjalin melalui ruang-ruang silaturahmi NCTC.
Apresiasi untuk Kepala BNN yang Aktif Hadir di NCTC
Malam itu juga menjadi momentum khusus bagi Kepala BNN Pasuruan, Masduki, SH, MH.
NCTC memberikan apresiasi atas keaktifannya dalam mengikuti kegiatan Ngaji Cafe to Cafe. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa ruang dakwah dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pemerintah, dalam suasana yang santai dan penuh persaudaraan.
Masduki menyampaikan pesan yang cukup tajam sekaligus reflektif:
“Jangan sibukkan diri terlihat baik, tapi sibukkan diri untuk menunjukkan dan menampilkan yang terbaik.”
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kajian malam itu. Bahwa kebaikan tidak berhenti pada bagaimana seseorang terlihat di hadapan orang lain, tetapi bagaimana kebaikan benar-benar diwujudkan dalam tindakan.
Sebagai bentuk apresiasi, Gus Romy juga menyerahkan cendera mata kepada Kepala BNN Pasuruan.
Kolaborasi NCTC, Polres dan BNN
Gelaran kali ini sekaligus memperlihatkan semakin eratnya kolaborasi antara NCTC, Polres Pasuruan dan BNN Pasuruan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Lantas Polres Pasuruan, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, anggota BNN Pasuruan, komunitas Pandaan, pengelola Breez Cafe, serta jamaah NCTC.
Sekitar 100 jamaah mengikuti kegiatan hingga selesai.
Rangkaian acara berlangsung dengan format khas NCTC. Malam dibuka dengan penampilan Embun Band, dilanjutkan lantunan sholawat bersama Majelis Nurul Jadid.
Suasana kemudian berlanjut dengan sambutan pengelola Breez Cafe, Mas Pram, pesan dari Kapolres Pasuruan dan Kepala BNN Pasuruan, kemudian tausiyah Gus Romy Syib dan ditutup dengan doa.
Cafe, Tempat Nongkrong Sekaligus Ruang Kebaikan
Pengelola Breez Cafe, Mas Pram, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan NCTC memilih tempatnya sebagai lokasi kegiatan. Ia juga berharap Breez Cafe dapat kembali menjadi tempat pelaksanaan Ngaji Cafe to Cafe di kesempatan mendatang.
Harapan tersebut sejalan dengan karakter NCTC yang memang ingin membawa pesan keagamaan lebih dekat dengan ruang kehidupan masyarakat.
Cafe tidak harus selalu identik dengan nongkrong. Ia juga bisa menjadi tempat bertemu, berdialog, bersholawat dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Inilah yang terus dibangun Gus Romy Syib melalui NCTC.
Tidak ada jarak antara dai dan jamaah. Tidak ada sekat antara masyarakat dan pejabat. Semua duduk bersama dalam suasana yang santai, tetapi membawa satu semangat yang sama: menjadi manusia yang lebih baik.
Dan malam itu, NCTC kembali membuktikan bahwa dakwah bisa hadir di mana saja—selama ada kemauan untuk saling merangkul dan menguatkan.
Salam perpisahan untuk Kapolres Pasuruan. Apresiasi untuk Kepala BNN. Dan doa agar silaturahmi serta perjuangan dalam kebaikan terus berlanjut, meski tempat dan jabatan boleh berganti.
NCTC — Se Tuhan, Se Juta Jalan.
Ngopi Bonus Ngaji.



