BREAKING NEWS

 


Rajut Silaturahmi di Tanjung Selor, Kepala BKD Kaltara dan Redaksi Pedoman Rakyat Cetus Gagasan Pembangunan

PENAJURNALIS, TANJUNG SELOR — Kehangatan secangkir kopi menjadi wadah efektif dalam merajut silaturahmi, bertukar pengalaman, hingga merumuskan gagasan strategis. Suasana akrab itu tercipta saat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Andi Amriampa, S.Sos, M.Si, menggelar jamuan makan malam dan diskusi santai bersama jajaran Redaksi Pedoman Rakyat di Leppak' Komai Cafe & Resto, Tanjung Selor, Rabu (9/9/2026).

Momen kebersamaan ini dihadiri oleh wartawan senior sekaligus Tokoh Pers versi Dewan Pers yang juga mantan Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat Makassar, Dr. H. M. Dahlan Abubakar, M.Hum. Tokoh yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel dan Pemred Pedomanrakyat.co.id tersebut hadir didampingi Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama sekaligus Bendahara PWI Sulsel, James Wehantouw, serta Dewan Redaksi dan Manajer Iklan Pedomanrakyat.co.id, Muh. Thalib Ramadhan (Ramzi).

Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan dan tanpa kekakuan formalitas. Alur perbincangan mengalir alami, mencakup rekam jejak dinamika media massa, pengalaman hidup, hingga pandangan mengenai arah pembangunan Provinsi Kaltara.

Gelak tawa menyelingi percakapan yang penuh kehangatan tersebut. Meski dikemas dalam suasana informal, pertemuan ini memuat substansi penting terkait krusialnya jalur komunikasi publik. Ruang dialog yang cair dinilai mampu mempererat kesepahaman sekaligus memupuk pola kemitraan yang sehat antara jajaran birokrasi dan insan pers.

Di tengah diskusi, Dr. Andi Amriampa sempat membagikan rekam jejak masa mudanya. Putra daerah kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan—kota yang identik dengan narasi cinta Habibie-Ainun—tersebut mengisahkan berbagai memori yang turut menempa pola pikir, karakter, serta prinsip hidupnya hingga menempati amanah pengabdian saat ini.

Sisi humanis seorang pejabat publik pun tepercik dari kisah nostalgia tersebut. Rangkaian perjalanan hidup dipandang sebagai proses pembelajaran yang sarat perjuangan dan tantangan, hingga membentuk kedewasaan mental dalam memikul tanggung jawab tata kelola pemerintahan.

Diskusi kemudian bermuara pada pembahasan prioritas pembangunan Kaltara, terkhusus penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Laju pertumbuhan daerah dinilai tidak cukup hanya bersandar pada masifnya investasi dan pembangunan fisik, melainkan membutuhkan dukungan aparatur serta generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan kompeten.

Sebagai pimpinan BKD Kaltara, Dr. Andi Amriampa menegaskan komitmennya terhadap akselerasi kapasitas ASN. Aspek profesionalitas, kedisiplinan, integritas tinggi, dan orientasi pelayanan menjadi pilar utama untuk mewujudkan tata kelola birokrasi yang responsif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Gagasan tersebut selaras dengan pandangan Dr. H. M. Dahlan Abubakar, M.Hum, penulis kawakan yang telah menerbitkan sekitar seratus judul buku selama berkiprah di dunia jurnalistik dan literasi. Pengalaman panjangnya sebagai akademisi, penulis, dan jurnalis senior menguatkan keyakinannya akan pentingnya literasi dan pengelolaan pengetahuan dalam pembangunan daerah.

Dahlan menekankan bahwa keberlanjutan pembangunan harus diimbangi dengan pembentukan budaya pengetahuan di tengah masyarakat maupun pemerintahan. Ketersediaan data yang akurat, kebiasaan mendokumentasikan proses, serta tradisi membaca dan menulis merupakan fondasi penting untuk membentuk masyarakat yang kritis dan berwawasan luas.

“Pembangunan tak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembenahan kualitas manusia, peradaban berpikir, dan karakter. Oleh karena itu, rekam jejak serta dinamika pemikiran yang tumbuh di daerah wajib terdokumentasi agar dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang,” ujar Dahlan.

Peran strategis media massa dalam mengawal agenda pembangunan turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Pemerintah bertugas merumuskan regulasi dan pelayanan publik, sementara insan pers menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta penyebaran informasi yang berimbang dan konstruktif.

Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama, James Wehantouw, mengapresiasi ruang silaturahmi yang terbangun karena mampu mempertemukan sudut pandang pemerintah, media, dan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka. Pendekatan kekeluargaan dinilai efektif dalam mencetuskan gagasan inovatif bagi kemajuan daerah.

“Pertemuan semacam ini sangat krusial. Selain mempererat tali persaudaraan di luar urusan pekerjaan, kita dapat saling bertukar ide dan mencari titik temu untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ungkap James.

Sinergi lintas sektor menjadi semakin penting mengingat Kaltara memegang posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara dengan potensi ekonomi yang melimpah. Kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi daerah demi kesejahteraan publik yang berkelanjutan.

Pertemuan yang berawal dari santap malam sederhana itu meninggalkan pesan mendalam. Ketika berbagai elemen duduk sejajar untuk saling mendengarkan dan bertukar pemikiran tanpa sekat, ruang kolaborasi akan terbuka lebar. Dari interaksi inilah tumbuh optimisme dan komitmen bersama untuk mengawal Kalimantan Utara menuju era yang semakin maju, berdaya saing, dan bermartabat. (*Rz)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image