Ikan Bandeng Naik Daun, Dari Dapur Tradisional hingga Pasar Global
0 menit baca
PENAJURNALIS.MY.ID, MAKASSAR, 18 Januari 2026 - Permintaan ikan bandeng terus menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menandai bangkitnya bandeng sebagai komoditas pangan strategis yang tidak hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga mulai diperhitungkan di pasar global.
Kenaikan popularitas ikan bandeng didorong oleh berbagai faktor. Dari sisi kuliner, inovasi masakan tradisional menjadi motor utama. Salah satunya adalah Pengat Bandeng khas Gayo, olahan bercita rasa kaya rempah yang berhasil menarik perhatian pecinta kuliner dan memperluas citra bandeng sebagai ikan bernilai gastronomi tinggi.
Selain itu, bandeng memiliki nilai budaya yang kuat. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, ikan bandeng kerap dijadikan simbol keberuntungan dan kemakmuran pada perayaan Tahun Baru Imlek. Permintaan yang meningkat pada momen-momen budaya ini turut memperkuat posisi bandeng sebagai komoditas bernilai ekonomi dan simbolik.
Dari aspek gizi, bandeng termasuk dalam kategori blue food, yakni sumber protein hewani yang berasal dari perairan dan dinilai berkelanjutan. Kandungan protein tinggi, asam lemak omega-3, serta mineral esensial menjadikan ikan bandeng sebagai pilihan pangan sehat yang relevan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan bergizi dan ramah lingkungan.
Masalah klasik bandeng, yakni duri yang banyak, kini tidak lagi menjadi hambatan utama. Berbagai inovasi pengolahan, seperti bandeng presto, bandeng tanpa duri, hingga produk olahan siap saji, berhasil meningkatkan kenyamanan konsumsi sekaligus memperluas segmentasi pasar, mulai dari rumah tangga hingga industri kuliner dan ritel modern.
Dengan kombinasi nilai budaya, gizi, inovasi teknologi pangan, serta kekuatan tradisi kuliner, ikan bandeng kini tidak lagi dipandang sebagai ikan konsumsi biasa. Bandeng telah naik kelas menjadi komoditas pangan penting yang berpotensi besar menopang ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional.
(**)





