Perkuat Sinergi Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas I Makassar Terima Kunjungan Survei Second Chance Foundation
0 menit baca
PENAJURNALIS.MY.ID, MAKASSAR - Lapas Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan dengan menerima kunjungan dari Second Chance Foundation dalam rangka pelaksanaan survei lapangan guna memperluas area kerja sama serta pengembangan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (19/2).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Program Second Chance Foundation, Windo Nugroho, dan disambut secara resmi oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, didampingi jajaran pejabat struktural dan staf pembinaan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif sebagai wujud sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan mitra eksternal.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut sekaligus perpanjangan dari Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Second Chance Foundation tentang dukungan terhadap program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi serta peluang keberlanjutan setelah WBP menyelesaikan masa pidana.
Dalam agenda survei tersebut, Windo Nugroho diajak berkeliling meninjau langsung berbagai unit kegiatan kerja yang menjadi unggulan Lapas Kelas I Makassar. Mulai dari sektor perikanan dengan pengelolaan kolam budidaya, peternakan yang terorganisir, pertanian dengan sistem tanam produktif, hingga unit garmen yang menghasilkan produk siap pakai. Setiap program dipaparkan secara detail, baik dari sisi proses pelatihan, sistem pengawasan, hingga capaian produksi yang telah diraih.
Selain melihat fasilitas dan hasil karya WBP, pihak yayasan juga berdiskusi mengenai potensi pengembangan program, peningkatan kapasitas pelatihan, serta kemungkinan perluasan jejaring pemasaran produk hasil karya warga binaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya bersifat kegiatan internal, tetapi juga mampu terhubung dengan dunia usaha dan kebutuhan pasar.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan modern yang berorientasi pada pemberdayaan.
“Kami menyambut baik kunjungan dan survei dari Second Chance Foundation sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan yang telah berjalan. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan bahwa keterampilan yang diberikan kepada Warga Binaan benar-benar relevan, aplikatif, dan mampu menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Sutarno.
Ia juga menambahkan bahwa perluasan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana, metode pelatihan, serta membuka peluang sertifikasi atau standarisasi produk sehingga hasil karya WBP semakin kompetitif.
Sementara itu, Windo Nugroho menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi dan konsistensi pembinaan yang telah dilaksanakan.
“Kami melihat komitmen yang kuat dari Lapas Kelas I Makassar dalam membangun program pembinaan yang produktif dan terstruktur. Survei ini menjadi langkah awal untuk memperluas dukungan kami, baik dari sisi teknis maupun pengembangan jejaring, agar program yang ada dapat memberikan dampak jangka panjang bagi Warga Binaan,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan kolaborasi antara Lapas Kelas I Makassar dan Second Chance Foundation semakin solid dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, pembinaan kemandirian diharapkan mampu mencetak Warga Binaan yang terampil, mandiri, serta siap berkontribusi positif di masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.





